Perplexity vs ChatGPT mana yang lebih unggul?
Saat ini terjadi pergeseran tren untuk mencari informasi, jika dulu orang mencari tau sesuatu dengan browsing di mesin pencari. Saat ini banyak orang lebih memilih untuk bertanya langsung ke AI seperti ChatGPT.
Tapi sebenarnya ada AI khusus yang cocok untuk jika kamu sedang kepo tentang sesuatu atau sedang melakukan riset yaitu Perplexity AI.
Mari kita bedah lebih dalam bagaimana kedua AI ini bekerja dan mana yang paling cocok untuk mendukung produktivitas harianmu!
Daftar Isi
ToggleMengenal ChatGPT dan Perplexity AI
Sebelum membandingkan Perplexity vs ChatGPT, berikut ini penjelasan singkat keduanya:
Perplexity AI sebagai Answer Engine
Perplexity adalah AI yang sebenarnya tidak dirancang untuk sekadar mengobrol santai. AI ini resmi diluncurkan pada Agustus 2022 oleh Perplexity AI, Inc., sebuah perusahaan startup teknologi berbasis di San Francisco, Amerika Serikat.
Perusahaan ini didirikan oleh empat orang yaitu Aravind Srinivas (mantan peneliti OpenAI & Google), Denis Yarats (mantan ilmuwan AI di Meta), Johnny Ho (mantan engineer Quora), dan Andy Konwinski (salah satu pendiri Databricks).
Mereka berempat merasa resah ketika melihat belasan tab mesin pencari konvensional saat mencari informasi di internet. Akhirnya mereka bersatu menciptakan platform yang mereka sebut Answer Engine (mesin penjawab).
Cara kerjanya mirip seperti Google, tetapi jauh lebih solutif. Saat kamu mengetikkan sebuah pertanyaan, Perplexity akan langsung berselancar ke internet secara real-time, menyaring puluhan situs web, lalu merangkum semua informasi tersebut menjadi satu jawaban.
Cara kerjanya adalah dengan mengambil data terbaru dan tervalid, lalu menunjukkannya kepadamu lengkap dengan nomor sitasi atau sumber aslinya. Jadi, kamu tidak perlu khawatir terkena hoaks!
Perplexity pun cukup sukses dan bahkan menarik raksasa teknologi seperti Nvidia dan Jeff Bezos untuk ikut menyuntikkan dana, lho!
Baca Juga: Claude AI: Kecerdasan Buatan Terbaik untuk Produktivitas
ChatGPT sebagai Generative AI Assistant
ChatGPT adalah Generative AI Assistant yang sempat mengguncang dunia saat pertama kali rilis ke publik pada November 2022. AI fenomenal ini dirancang oleh OpenAI, laboratorium riset teknologi kecerdasan buatan terkemuka asal Amerika Serikat.
Berbeda dengan Perplexity, basis utama ChatGPT adalah penalaran (reasoning) dan pemrosesan bahasa alami yang sangat luwes.
Ketika OpenAI melatih ChatGPT, mereka memasukkan miliaran data teks ke dalam “otaknya”. Tujuannya agar ChatGPT bisa berpikir, memahami konteks percakapan yang panjang, dan menghasilkan teks baru yang sangat mirip dengan gaya bahasa manusia.
ChatGPT tidak selalu mengandalkan pencarian web untuk menjawab pertanyaanmu. Hal ini disebabkan ia memiliki kemampuan mengolah logika, memecahkan kode pemrograman, dan berkreasi membuat sesuatu yang baru dari nol.
Fitur-Fitur Unggulan Perplexity vs ChatGPT
Setelah memahami asal-usul dan definisi kedua AI ini, mari kita bandingkan kemampuan mereka di beberapa aspek yang sering digunakan sehari-hari.
1. Keakuratan Informasi & Sitasi Sumber
Pernah mendengar istilah AI berhalusinasi? Istilah ini menggambarkan momen ketika AI mengarang data atau fakta fiktif dengan meyakinkan. Banyak orang yang tidak melakukan cross check akhirnya percaya dengan jawaban palsu dari AI. Bahaya sekali bukan?
Nah, Perplexity adalah AI yang tidak akan melakukan halusinasi ini. Mengapa?
Setiap kali Perplexity memberikan jawaban atau menyajikan data statistik, kamu akan melihat angka-angka kecil di atas kata atau kalimatnya. Angka tersebut merupakan adalah link yang merujuk langsung ke situs sumbernya, seperti Wikipedia, jurnal ilmiah, atau berita resmi. Kamu bisa klik link tersebut untuk melakukan verifikasi.
Sementara ChatGPT memang sudah dilengkapi kemampuan browsing internet. Namun, ia sering kali memberikan rangkuman besar terlebih dahulu baru memberikan satu atau dua link di akhir.
Dari segi transparansi dan kecepatan validasi data, Perplexity pun jauh lebih unggul dan minim risiko halusinasi.
2. Kreativitas & Pembuatan Konten
Butuh bantuan untuk menyusun draft email penawaran kerja sama? Membuat script video TikTok? Atau draft artikel blog sepanjang 1000 kata? Tenang saja, serahkan pada ChatGPT.
ChatGPT cocok untuk tugas ini karena memiliki gaya bahasa yang natural, mengalir, dan tidak kaku. Kamu bahkan bisa memberikan instruksi spesifik seperti, “Tulis dengan gaya bahasa kasual anak muda Jakarta,” dan ChatGPT akan mengeksekusinya dengan baik.
Namun untuk Perplexity yang fokus pada fakta dan data dari internet, tulisannya cenderung kaku, formal, dan berformat seperti laporan akademis.
Sehingga untuk urusan memoles kata-kata dan brainstorming ide kreatif, ChatGPT adalah juaranya.
Baca Juga: 25 Contoh Prompt Background Aesthetic Gemini AI Terbaru
3. Kemampuan Coding & Analisis Logika
Bagi kamu yang berkecimpung di dunia IT, developer, atau sekadar suka mengutak-atik kode pemrograman, ChatGPT adalah asisten yang luar biasa.
Terdapat fitur ChatGPT Canvas atau model penalaran tingkat tinggi, sehingga mampu mendeteksi bug dalam baris kode, menjelaskan bagian yang salah, hingga menuliskan ulang fungsi yang lebih efisien dari awal.
Perplexity sebenarnya juga bisa membaca dan menghasilkan kode, terutama jika kamu memanfaatkan fitur “Spaces” mereka untuk fokus pada pencarian teknis.
Namun, untuk percakapan dua arah tentang arsitektur kode yang rumit, ingatan jangka panjang ChatGPT terhadap konteks percakapan sebelumnya membuat proses debugging jauh lebih mudah.
4. Fleksibilitas Model yang Digunakan
Fleksibilitas adalah salah satu nilai jual terbesar dari Perplexity, terutama jika kamu berlangganan versi berbayar. Perplexity memungkinkan kamu untuk berganti model ke Claude milik Anthropic, GPT milik OpenAI, atau Gemini milik Google hanya dengan satu klik.
Sementara itu, ChatGPT hanya bisa menggunakan pada ekosistemnya sendiri, yaitu OpenAI. Walaupun model GPT sangat kuat, namun fleksibilitas Perpelexity untuk bisa berganti model memberikan kebebasan lebih jika kamu mengetahui karakter dari masing-masing AI.
Kapan Kamu Harus Menggunakan Perplexity dan ChatGPT?
Agar tidak bingung mana yang lebih baik antara Perplexity vs ChatGPT, sebenarnya kedua AI ini tidak saling bersaing tapi justru melengkapi.
Mengapa bisa begitu? Nah inilah beberapa pekerjaan yang cocok untuk mereka berdua:
Gunakan Perplexity Jika:
- Sedang Melakukan Riset Pasar: Kamu membutuhkan data statistik penjualan, tren pasar tahun terbaru, atau laporan keuangan kompetitor yang tersebar di internet.
- Membuat Konten Berbasis Berita Hangat: Kamu seorang jurnalis atau konten kreator yang harus membahas isu yang sedang viral hari ini. Perplexity akan merangkum berita dari berbagai portal berita tepercaya dalam hitungan detik.
- Mencari Jurnal Ilmiah: Kamu seorang mahasiswa yang sedang menyusun skripsi atau tesis dan butuh referensi jurnal yang valid beserta linknya tanpa perlu tersesat di Google Scholar.
Gunakan ChatGPT Jika:
- Membuat Konten dari Nol: Kamu butuh menulis artikel, copywriting iklan, caption Instagram, atau surat lamaran kerja.
- Belajar Hal Baru/Mentoring: Kamu ingin memahami konsep fisika kuantum yang rumit dengan analogi anak kecil. ChatGPT sangat hebat dalam menjelaskan sesuatu lewat percakapan interaktif.
- Menyusun Struktur Kode (Coding): Kamu butuh bantuan untuk membuat skrip otomatisasi atau memperbaiki error pada aplikasi yang sedang kamu bangun.
Baca Juga: 5 Prompt Claude AI untuk Mahasiswa, Agar Nugas Cepat Selesai
Kolaborasi Menggabungkan ChatGPT dan Perplexity untuk Produktivitas 10x Lipat
Sebenarnya, kamu tidak harus memilih salah satu antara Perplexity vs ChatGPT. Gunakan saja keduanya!
Misalnya ketika kamu mendapat tugas untuk menulis in depth artikel tentang laporan bisnis tentang tren industri kecerdasan buatan di Asia Tenggara.
Pertama, minta Perplexity mencari data statistik terbaru, regulasi pemerintah yang berlaku, dan tantangan utamanya. Ia akan memberikan jawaban yang rapi lengkap dengan sumber-sumber linknya. Kamu tinggal menyalin fakta-fakta valid tersebut.
Selanjutnya bawa semua data mentah itu ke ChatGPT dan masukkan prompt seperti ini: “Berikut adalah data riset mengenai tren AI di Asia Tenggara. Tolong buat data ini menjadi sebuah draf artikel yang kasual, menarik dibaca, dan sertakan sub-judul yang memikat.”
Hasilnya? Kamu mendapatkan artikel dengan data valid dan dikemas dengan gaya bahasa yang luwes dan enak dibaca. Menarik bukan?
Siapa Pemenangnya?
Pada akhirnya, tidak ada pemenang dalam pertarungan Perplexity vs ChatGPT. Semuanya kembali lagi ke apa yang menjadi kebutuhanmu saat ini.
Perplexity hadir untuk merombak cara kita mencari informasi di internet. Di sisi lain, ChatGPT sebagai asisten berpikir yang bisa diajak berdiskusi tanpa batas, melahirkan ide-ide baru dari ruang kosong di kepalamu.
Untuk mendapatkan manfaat penuh dari kedua AI ini, kamu bisa berlangganan versi premium di Revantine Store dengan harga terjangkau. Mulai dari ChatGPT Plus hingga Perplexity AI Pro bisa kamu dapatkan lisensi premiumnya di sini.
Sekarang, giliran kamu yang menentukan. Mana di antara kedua AI ini yang paling sering kamu buka di browsermu besok pagi?




